Detail Katalog
ID: 46078
Bintang Dini Hari
Koleksi Digital iKalsel
Buku ini tersedia secara digital dan dapat langsung dibaca secara online.
Pengarang
Maria A. Sardjono
Penerbit
PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit
2018
Platform Buku
Subjek
Fiksi
Spesifikasi Katalog
ISBN
978-602-06-2637-6
Control Number
INLIS000000000019927
BIB ID
0010-1026000393
Catatan
Di malam pengantin mereka, Siska dan Totok mengikarkan perjanjian memulai kehidupan perkawinan mereka. Pertama, menjunjung kejujuran betapapun pahitnya itu. Kedua, menghargai perasaan masing-masing. Ketiga, tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing kalau tidak diminta. Dan keempat, kalah salah seorang diantara mereka ingin menggapao kebahagiaan sendiri, yang lain tidak boleh menghalangi.
Aneh memang. Tetapi itulah cara mereka menjalin persahabatan, keakraban, dan saling pengertian, mengingat perkawinan mereka tidak dilandasi cinta. Mereka menikah karena sama-sama patah hati.
Lima tahun kehidupan mereka berjalan mulus. Tetapi menginjak tahun keenam, tiba-tiba Astari, bekas kekasih Totok, muncul kembali ke dalam kehidpan lelaki itu. Cinta lama pun berkobar kembali.
Sesuai perjanjian, SIska membiarkan Astari memonopoli perhatian, waktu, dan hati Totok. Maka ketika ia akan dipindahkan ke Bandung oleh kantornya. langsung saja ia mengiyakan. Ia ingin memberi kesempatan pada Totok dan Astari untuk menentukan langkah dan mengakhiri situasi tak menentu dalam rumah tangganya. Sebab sampati jejauh itu. Totok tak pernah membicarakan perceraian mereka. Bahkan di suatu pagi sesudah menginap di rumah Astari, lelaki itu menginginkan kemesraan dari Siska.
"Semalam, tidakkah kau mendapatkannya dari Mbak Astari, Mas?" tanya Siska.
"Kaulah yang istriku. Bukan dia. Dan aku tak pernah punya niat melakukan keintiman dengan perempuan yang bukan istriku."
Tetapi, itu hanyalah karena kewajiban, tugas, hak, dan ketaatan pada hati nurani. Bukan karena cinta.
Aneh memang. Tetapi itulah cara mereka menjalin persahabatan, keakraban, dan saling pengertian, mengingat perkawinan mereka tidak dilandasi cinta. Mereka menikah karena sama-sama patah hati.
Lima tahun kehidupan mereka berjalan mulus. Tetapi menginjak tahun keenam, tiba-tiba Astari, bekas kekasih Totok, muncul kembali ke dalam kehidpan lelaki itu. Cinta lama pun berkobar kembali.
Sesuai perjanjian, SIska membiarkan Astari memonopoli perhatian, waktu, dan hati Totok. Maka ketika ia akan dipindahkan ke Bandung oleh kantornya. langsung saja ia mengiyakan. Ia ingin memberi kesempatan pada Totok dan Astari untuk menentukan langkah dan mengakhiri situasi tak menentu dalam rumah tangganya. Sebab sampati jejauh itu. Totok tak pernah membicarakan perceraian mereka. Bahkan di suatu pagi sesudah menginap di rumah Astari, lelaki itu menginginkan kemesraan dari Siska.
"Semalam, tidakkah kau mendapatkannya dari Mbak Astari, Mas?" tanya Siska.
"Kaulah yang istriku. Bukan dia. Dan aku tak pernah punya niat melakukan keintiman dengan perempuan yang bukan istriku."
Tetapi, itu hanyalah karena kewajiban, tugas, hak, dan ketaatan pada hati nurani. Bukan karena cinta.
Status Katalog
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Akses Buku Digital iKalsel
Tersedia untuk Dibaca di iKalsel
Katalog ini merupakan koleksi buku digital (e-book) yang dapat diakses langsung oleh pemustaka melalui aplikasi atau portal iKalsel. Anda tidak memerlukan eksemplar fisik di perpustakaan.
Buka & Baca Buku Sekarang